Diabet merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, tetapi juga mempengaruhi metabolisme protein dan lemak:
(1) protein – washing → memaksa konversi asam amino menjadi glukosa.
(2) menaikkan metabolisme trigliserida diikuti dengan over-produksi ketone bodies dan kolesterol.
(1) protein – washing → memaksa konversi asam amino menjadi glukosa.
(2) menaikkan metabolisme trigliserida diikuti dengan over-produksi ketone bodies dan kolesterol.
Hal-hal tersebut ditandai dengan:
(a) Poly Urea (volume urine berlebihan)
Bila kadar gula darah naik di atas 180 mg/dL, ginjal tidak dapat lagi menahan → sebagian gula ke urine → kadar gula urine tinggi → menarik air banyak (osmolitas gula) → poly urea
(b) Poly Dipsia (haus)
Keadaan tersebut akan mengganggu neraca air dalam tubuh → poly dipsia = rasa haus terus
(c) Poly Phagia (lapar)
Pada waktu bersamaan, meskipun kadar gula darah berlebihan, tetapi tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi sel → glucose stored state → kelaparan
(d) Penurunan Berat Badan
Karena tubuh harus memecah protein/lemak untuk keperluan energinya → penurunan berat badan
(a) Poly Urea (volume urine berlebihan)
Bila kadar gula darah naik di atas 180 mg/dL, ginjal tidak dapat lagi menahan → sebagian gula ke urine → kadar gula urine tinggi → menarik air banyak (osmolitas gula) → poly urea
(b) Poly Dipsia (haus)
Keadaan tersebut akan mengganggu neraca air dalam tubuh → poly dipsia = rasa haus terus
(c) Poly Phagia (lapar)
Pada waktu bersamaan, meskipun kadar gula darah berlebihan, tetapi tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi sel → glucose stored state → kelaparan
(d) Penurunan Berat Badan
Karena tubuh harus memecah protein/lemak untuk keperluan energinya → penurunan berat badan